WAKTU FINAL TEST.....DULUUUU
Abis baca Blognya Ibu Poppie tentang final test, jadi inget kejadian jaman kuliah dulu. Alias telat masuk pas ujian...hihihi (gw memang bukan mahasiswa teladan).
Di kampus kami FHUI setiap ujian final diadakan banyak peraturan, antara lain:
- Harus bawa kartu ujian yang isinya daftar mata pelajaran yang akan diuji berikut foto diri ukuran 4x6 dan kartu tersebut harus di acc oleh PA (Penasehat Akademik). Kalo kartunya gak bawa atawa ketinggalan harus menghadap panitia ujian dan minta dibuatkan kartu ujian sementara buat hari itu. tapi dispensasi itu hanya berlaku maksimal 2x. kalo lebih...wassalam aja deh!
- Toleransi telat maksimal 30 menit. Kalo lebih...harus mendapat persetujuan TERTULIS dari panitia ujian. Dan tidak mendapat penambahan waktu tentunya.
- Lokasi ujian sudah ditentukan berikut tempat duduknya. Dinomerin gitu kayak waktu ujian UMPTN/SPMB. Dan lokasi tersebut selalu berganti setiap mata kuliahnya alias tidak pernah sama. Supaya kita gak bisa nempel contekan di kursi maksudnya.
- Segenap karyawan dan satpam (berpakaian preman) dikerahkan untuk menjadi pengawas ujian. Mereka ini kadang2 malah lebih galak daripada seorang Profesor, kita lagi bengong aja dipelototin sangkain mau nyontek. Dan kalo ada yg ketangkep nyontek, bukan main senangnya mereka weleh...weleh...(tapi jarang kok yg ketangkep).
Terus...apalagi ya? kayaknya cuma itu deh....atau ada yang mau menambahkan? monggo...
Alkisah...pada suatu hari, dirikyu telat masuk pas ujian mata kuliah TIPIKOR (Tindak Pidana Korupsi). Karena memang hari itu jalanan macet berat (biasanya cuma telat 5-10 menit hihihi...) tapi hari itu telat lebih dari 30 menit. Karena ditambah harus muter2 cari parkir plus lari ke ruang ujian...akhirnya rekor Irma hari itu adalah 35 menit!!! Pas masuk ke ruang ujian (dengan tak lupa pasang senyum innocent ke pengawas) eh...gak tahunya pengawas hari itu mbak2 asdos pidana, yang sebetulnya baik hati tapi karena memang peraturan meminta gw minta surat ijin ke panitia ujian. Oke deh...segera gw lari lagi ke ruang panitia ujian di samping KOPMA.
Sampai di sana, ketemu sama seorang dosen yaitu Bu Ain, yang dengan baik hatinya langsung mau memberi gw surat ijin masuk. Tapi tak dinyana tak diduga, belum selesai Bu Ain mengisi form buat gw, seorang dosen wanita berinisial F (terpaksa nama aslinya harus gw samarkan) berteriak sambil ngomel2.
"Jangan dikasih Bu! Keenakan dia kalo dikasih.."
Bu Ain cuma bisa diem, sambil memandang gw dengan tatapan iba.
"Kamu kenapa terlambat? Udah tahu ujian, datengnya kok jam segini! Pokoknya gak boleh! Gak usah ikut ujian sekalian!!"
"Jalanan macet Bu," sahut gw dengan sebalnya. Sebel karena diteriakin tepatnya, Bu Hafni aja yang 'fenomenal' di FHUI gak pernah teriak2 kayak gitu.
"Kasihan Bu, ini final test lho!" timpal Bu Ain.
"Nggak ada kasihan2an, pokoknya sekali gak boleh tetap gak boleh! titik" katanya dengan ketus
Sutralah, setelah mengucapkan terima kasih kepada Bu Ain gw langsung ngeloyor pergi. Akhirnya gw cuma bisa duduk di depan kantin kampus sambil menghapalkan buat mata ujian berikutnya. Karena kalo gak lulus TIPIKOR, toh gw gak harus ngulang secara itu adalah mata kuliah pilihan. Tapi lumayan gondok juga, dibentak-bentak sama si Ibu F itu. Tak lama kemudian, tampak dikejauhan teman gw (cowok, yang gw samarkan juga deh namanya) yang ngambil mata kuliah yang sama berlari-lari menuju ruang panitia ujian. Hihihi...telat juga dia, berarti emang jalanan macet berat kan? soalnya rumah kita berdekatan. Langsung aja dia gw panggil... "Woiii....sini!"
"Elo kok nggak ujian Ma?" tanyanya keheranan setelah menghampiri gw.
"Nggak boleh masuk sama panitia. Katanya udah telat" sahut gw
"Lho...bukannya boleh minta ijin masuk? Biasanya lebih telat dari jam segini juga boleh masuk kok." sambungnya.
"Iya....gak tahu tuh! Padahal gw tadi baru lewat 5 menit lho dari 30 menit dispensasi" ujar gw sebal dan menambahkan, "Coba deh elo lapor ke panitia. Tadi siy gw sebenarnya udah hampir dikasih ijin sama Bu Ain, tapi dilarang keras sama Ibu F"
Teman gw itu langsung menuju ruang panitia ujian (dan dibuntuti oleh gw). Cuma pas dia masuk ke ruang panitia, gw ngumpet dibalik tembok hingga tidak tampak dari dalam, tapi bisa mendengar dengan jelas apa yg diperbincangkan di dalam.
"Waduh....kok kamu datengnya telat sih" kata ibu F dengan ramahnya. (What???...baik bener dia, tadi gw dibentak2 udah kayak hamba sahaya aja!!)
"Jalanan macet Bu," kata teman gw.
"Makanya lain kali kalo ujian, berangkatnya lebih pagi ya. Untung sekarang masih bisa ikut ujian," katanya (What?? masih bisa ikut ujian? berarti dia mau dikasih surat dispensasi dong) Dengan penuh amarah gw langsung berdiri di depan pintu, penuh tatapan sebal gw memandang si Ibu F yang tengah mempersiapkan form ijin masuk buat teman gw itu. Pas melihat keberadaan gw dia kaget bukan kepalang, langsung dia meletakkan form itu kembali seraya berkata dengan sedikit grogi, "Saat ini anda tidak bisa ikut ujian, karena sudah terlambat." (Pilih kasih ya dosen gw itu, apa karena teman gw itu anak seorang pejabat tinggi negara plus ketua umum sebuah partai lantas mendapat perlakuan beda.) Maap...bukan bermaksud mau menjelek-jelekan orang, tapi kejadian di atas benar2 TRUE STORY.
Temen gw cuma nyengir kuda, lantas keluar dari ruangan itu. Akhirnya kita pun merancang Plan B, yaitu menghadap dosen yang bersangkutan, yang cukup kaget saat mendengar kami gak boleh masuk karena telat. Kata beliau, "Sebetulnya kalo telatnya gak lebih dari 45 menit dan tidak minta perpanjangan waktu saya sih bisa kasih ijin ke kalian, tapi ya sudah kalian berdua bikin paper aja deh sebagai ganti ujiannya. Tapi jangan harap dapat nilai A ya!" ujar beliau.
"Iya Bang..." Sahut kami bersamaan.
Akhirnya kita berdua bisa lulus mata kuliah tersebut, walaupun dengan nilai C...hiks.

Recent Comments